Seorang hamba Allah melewati satu negeri yang kosong tanpa
penduduk dan telah runtuh setelah kehancuran Nebukadnezar. Kemudian hamba itu
berkata: "Bagaimana Allah akan menghidupkan negeri ini kembali setelah
mati?" Maka Allah menidurkannya selama 100 tahun lalu menghidupkannya
kembali. Kisahnya diabadikan oleh Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an.
Hamba Allah yang dimaksud ialah Uzair. Al-Qur'an tidak menyebutnya
sebagai Nabi, namun para ulama menyatakan bahwa Uzair adalah seorang Nabi di
antara 313 orang Rasul utusan Allah. Ibnu Katsir mengatakan, pendapat yang
masyhur menyatakan Uzair adalah seorang Nabi yang diutus kepada Bani Israil.
Riwayat lain menyebut beliau adalah seorang pemuka agama dari Bani Israel yang
hidup sebelum kelahiran Nabi Isa 'alahissalam. Berikut firman-Nya: اَوۡ كَالَّذِىۡ مَرَّ عَلٰى قَرۡيَةٍ وَّ هِىَ خَاوِيَةٌ
عَلٰى عُرُوۡشِهَا ۚ قَالَ اَنّٰى
يُحۡىٖ هٰذِهِ اللّٰهُ بَعۡدَ مَوۡتِهَا ۚ فَاَمَاتَهُ اللّٰهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهٗ ؕ قَالَ كَمۡ لَبِثۡتَؕ قَالَ لَبِثۡتُ يَوۡمًا اَوۡ بَعۡضَ
يَوۡمٍؕ قَالَ بَلۡ لَّبِثۡتَ مِائَةَ عَامٍ فَانۡظُرۡ اِلٰى طَعَامِكَ
وَشَرَابِكَ لَمۡ يَتَسَنَّهۡۚ وَانْظُرۡ اِلٰى حِمَارِكَ وَلِنَجۡعَلَكَ اٰيَةً
لِّلنَّاسِ وَانْظُرۡ اِلَى الۡعِظَامِ كَيۡفَ نُـنۡشِزُهَا ثُمَّ نَكۡسُوۡهَا
لَحۡمًا ؕ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهٗ ۙ قَالَ اَعۡلَمُ اَنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ
شَىۡءٍ قَدِيۡرٌ "Atau seperti orang yang melewati suatu negeri yang
(bangunan-bangunannya) telah roboh hingga menutupi (reruntuhan) atap-atapnya,
dia berkata, "Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah
hancur?" Lalu Allah mematikannya (orang itu) selama seratus tahun,
kemudian membangkitkannya (menghidupkannya) kembali. Dan (Allah) bertanya,
"Berapa lama engkau tinggal (di sini)?" Dia (orang itu) menjawab,
"Aku tinggal (di sini) sehari atau setengah hari." Allah berfirman,
"Tidak! Engkau telah tinggal 100 tahun.
Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum berubah, tetapi lihatlah
keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang). Dan agar Kami jadikan engkau
tanda kekuasaan Kami bagi manusia. Lihatlah tulang belulang (keledai itu),
bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan
daging." Maka ketika telah nyata baginya, dia pun berkata, "Saya
mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." (QS Al-Baqarah Ayat
259) Nabi Uzair dihidupkan kembali setelah 100 tahun tertidur.
Allah menghidupkan kembali jasadnya sebagaimana sebelum beliau
tertidur. Nabi Uzair bertemu ahli keluarga dan masyarakat. Setelah itu beliau
menunggang keledai dan pergi ke rumahnya sendiri yang ditinggalkannya 100 tahun
dahulu dan menemui seorang wanita buta yang berusia 120 tahun. Beliau bertanya
kepadanya, adakah rumah itu kepunyaan Uzair? Wanita itu mengiyakannya dan
menyatakan bahwa Uzair sudah dilupakan orang.
Akhirnya, beliau meyakinkan wanita itu bahwa dirinya adalah Uzair.
Wanita itu pun mengumumkan kepada orang ramai (kaum Yahudi) bahwa Uzair sudah
kembali. Uzair pun didatangi anaknya sendiri yang berusia 118 tahun. Sewaktu
beliau ditidurkan, anaknya berusia 18 tahun. Lalu anaknya mengatakan bahwa
ayahnya dulu memiliki tanda kelahiran di antara dua bahunya. Beliau pun
menunjukkan tanda kelahiran itu.
