Rabu, 08 Juni 2022

Metodologi Studi Islam

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Studi Islam atau di Barat dikenal dengan istilah  Islamic Studie, adalah upaya dalam mengkaji atau mempelajari agama Islam tetapi bukan hanya dari kalangan umat muslim saja namun orang dari luar muslim atau nonmuslim pun ikut mengkaji atau mempelajari agama islam. Yang memiliki tujuannya masing-masing. Studi Islam dituntut untuk membuka terhadap masuknya dan digunakannya pendekatan-pendekatan yang bersifat objektif dan rasional.

Dalam studi Islam menimbulkan beberapa permasalahan seperti pengertian studi Islam, ruang lingkup, prinsip-prinsip metodologi studi Islam dan masih banyak lagi permasalahan yang terjadi di dalam studi Islam. Dalam pengembagan metodologi yang tepat. Studi Islam telah menerapkan pendekatan sosiologis, antropologis, psikologis dan seperangkat pendekatan lainnnya.

Islam adalah agama yang trakhir sebagai penutup agama yang telah ada, islam merupakan agama rahmatallil a’lamin untuk semua umat. Islam memberikan kesempatan secara luas kepada manusia untuk menggunakan akal dan pikiranya untuk mempelajarinya. Dan didalam makalah ini akan membahas atau mengulas permasalahan dalam metodologi studi Islam.

 

B.     Rumusan Masalah

a.       Apa pengertian dari Metodologi Ilmiah ?

b.      Apa saja unsur-unsur dari Metodologi Ilmiah ?

 

C.    Tujuan Masalah

a.       Mengetahui maksud atau pengertian Metode Ilmiah

b.      Dapat menambah pengetahuan tentang unsur-unsur dari Metodologi Ilmiah

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Pengertian Metodologi Ilmiah

Metode Ilmiah adalah proses ilmiah, dalam bahasa Inggris “methodology”. Kemudian ada pendapat bahwa metodologi berasal dari bahasa Yunani dari kata “methodos-logos”. Dengan penambahan “logia atau logos”  yang pengertiannya adalah bersifat ilmiah atau menunjuk pada ilmu itu sendiri. Lalu diserap kedalam bahasa Prancis “methodologie” yang berasal dari bahasa Latin modern “ methodologia”.[1]

Menurut  KBBI, Metodologi yang terdiri dari lima suku kata “me-to-do-lo-gi” yang memikili pengertian “ilmu tentang metode atau uraian tentang metode”. Sebelum kita mengetahui pengertian metodologi yang harus terlebih dahulu kita ketahui adalah memahami pengertian metode karena untuk melaraskan pikiran dan untuk melangkah secara sistematis. Metode merupakan cara-cara untuk mengetahui sesuatu, sedangkan Metodologi adalah analisis untuk memahami aturan, prosedur,dan metode tersebut.[2]

Metodologi Ilmiah memiliki beberapa pengetian sebagai berikut yaitu:

1.      Studi tentang prinsip-prinsip atau prosedur-prosedur penelitian dalam bidang-bidang tertentu (the study of the principles or procedures of inquiry in particular fields).[3]

2.      Displin yang membahas konsep teoritik berbagai metode, kelebihan dan kekurangan, serta pemilihan metode yang digunakan: ilmu yang mempelajari metode-metode, alat-alat dalam penelitian.[4]

B.     Unsur-unsur Matodologi Ilmiah

Didalam metedologi setidaknya mengandung tiga usur, yaitu: prinsip-prinsip, metode-metode,[5] dan prosedur-prosedur penelitian ilmiah. Ketiga unsur utama ini berkaitan atau bersingkronisasi dalam aktivitas melahirkan ilmu pengetahuan, menjawab pertayaan serta memecahkan masalah.

1)      Prinsip atau Paradigma

Prinsip (disebut juga dengan istilah paradigma), secara etimologis, dapat dimaknai sebagai pandangan dunia (world view), perspektif (persprctive), pendekatan (approach), mazhab pemikiran (school of thought), model atau pola pikir, asumsi, postulat, konstelasi teori, strategi intelektual, kerangka konseptual, kerangka dasar, dan lain-lain.

Paradigma yang diutarakan oleh Thomas Kuhn, bahwa pada dasarnya realitas sosial itu dikontruksi oleh mode of thought atau mode of inquiry tertentu yang pada gilirannya akan menghasilkan niode of knowing tertentu. Immanual Kant misalnya, menganggap cara mengetahui itu sebagai apa yang disebut “Skema Konseptual”, Karl Marx menamakannya sebagai “Ideologi” dan Luwing Wittgenstein melihatnya sebagai “Cagar Bahasa”.[6]

Secara terminologis, prinsip atau paradigm berarti seperangkat asumsi metafisis, ontologis, epistemologis, teoritis, hukum-hukum, teknik-teknik aplikasi, dan sistem nilai yang dianut oleh asumsi komunitas ilmiah dalam kaitannya dengan ilmu penelitian tertentu. Paradigma juga diartikan sebagai model fundamental atau kerangka pemahaman yang digunakan untuk mengatur observasi dan penalaran, serta untuk menguatkan dan melatari metode pengkajian teoritis tertentu.

Jadi paradigma berfungsi sebagai titik tolak atau dasar dan pedoman bagi seluruh proses penelitian, sejak dari penentuan masalahnya, pemilihan tipe penjelasannya, penyimpulannya hingga dapat dikomunikasikan di kalangan ilmuan. Agar kegiatan penelitian ilmiah tidak rancu, paradigma memiliki kekhasannya masing-masing dalam kaitannya dengan upaya pengkajian suatu objek atau subjek kajian.

a.       Desain Penelitian: Jenis dan Karakteristik

Desain penelitian kualitatif dan desain penelitian kualitatif memiliki prinsip-prinsip, karakteristik, dan metode atau teknik  atau caranya masing-masing. Secara umum, prinsip-prinsip dan karakteristik desain penelitian kualitatif adalah sebagai berikut:

1.      Menekankan pengkajian terhadap aspek subjektivitas, keunikan, dan dimensi atas realitas objek atau subjek atau tujuan yang diamsumsikan lalu dipengaruhi oleh nilai (realitas etik atau realitas rasionalistik) latar dan waktu tertentu.

2.      Mengkondisikan hubungan peneliti dengan objek atau keaslian data secara alamiah (naturalistik).

3.      Memahami atau memakai suatu fenomena atau objek atau subjek kajian secara idografis-deskriftif.Artinya kesimpulan peneliti atas pemahaman dari sudut pandang yang dibagun sendiri (subjektif-rasionalistik) atau dari sudut pandang subjek penelitian (subjektif-naturalistik).

4.      Menjelaskan konsep-konsepyang digunakan dalam penelitian secara kualitantif atau nominal.

5.      Melahirkan teori baru berbasis data.

Sedangkan prinsip-prinsip dan karakteristik penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut:

1.      Menekankan pengkajian terhadap aspek objektivitas-materialistik dari realitas empirik.

2.      Menjadikan teori atau proporsi sebagai dasar, dan sekaligus bahan pengujian dalam suatu kegiatan penelitian.

3.      Memisahkan atau menjaga jarak penelitian dengan objek atau subjek kajiannya untuk menghindari sifat bias dan kontaminasi objektivitas.

4.      Menjelaskan fenomena secara nomotetik dari objek atau subjek kajian secara korelatif, kausal, dan interaktif.

5.      Menekankan sifat keuniversalitasan dan pembuktian kesalahan tanpa dipengaruhi oleh dimensi ruang dan waktu tertentu.

Desain penelitian kualitatif dan desain penelitian kualitatif, dapat digunakan peneliti untuk menkaji suatu objek atau subjek kajian. Si peneliti tetap harus mempertimbangkan aspek minat, kemempuan, objek kajian, tujuan dan manfaat penelitian.

2)      Paradigma atau Perspektif Keilmuan

Kegiatan penelitian ilmiah adalah aspek perspektif ilmu yang digunakan dalam “meneropong” objek atau subjek kajian. Akan tetapi karena perspektif ilmu yang digunakan untuk “meneropong”nya berbeda. Misalnya, objek atau subjek kajian suatu secara material adalah manusia. Jika ilmu-ilmu Budaya “meneropong” aspek nilai-nilai (moral, rasional, astetika, dan spiritual), maka ilmu-ilmu Agama “melihat” aspek nilai-nilai ketuhanandalam kehidupan beragamannya.

Paradigma desain penetitian kualitatif misalnya, berkaitan erat dengan bidang atau displin ilmu bernaung dialiran subjektivitas dan atau aliaran empirisme. Sedangkan desain penelitian kuantitatif berkaitan dengan bidang atau displin ilmu yang bernaung aliran positiveme logis, termasuk juga pengembangannya. Dalam sebuah kegiatan penelitian ilmiah memerlukan kolaborasi dan singkronisasi tepat dan intergal.

 

 


 

BAB III

PENUTUP

 

A.    Kesimpulan

Studi Keislaman merupan displin yang memposisikan Islam sebagai prinsip-prinsip doktrin kewahyuan dan sebagai realitas Keberislam, lalu melakukan pengkajian terhadapnya secara ilmiah atau yang melakukan pengkajian atau penelitian dalam berbagai aspeknya secara ilmiah.Studi Islam dituntut untuk membuka terhadap masuknya dan digunakannya pendekatan-pendekatan yang bersifat objektif dan rasional.

Metodologi Ilmiah adalah Studi tentang prinsip-prinsip atau prosedur-prosedur penelitian dalam bidang-bidang tertentu. Metodologi ilmiah mengandung tiga unsur utama, yaitu prinsip-prinsip, metode-metode dan prosedur penelitian ilmiah. Prinsip metodologi ilmiah, yaitu prinsip atau paradigma dan paradigma atau perspektif keilmuan. Adapun tujuan Studi Islam adalah sebagai wawasan normatif, konsektual, aplikatif dan kostributif  terhadap gambaran tentang agama Islam secara luas dan dinamis.

 

B.     Saran

Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca terutama kepada mahasiswa yang ingin mempelajari atau mengetahui tentang Metodologi Studi Islam, yaitu Metodologi Ilmiah. Setelah membaca makalah ini diharapkan pembaca menyadari pentingnya Metodologi Ilmiah dalam melahirkan ilmu pengetahuan, menjawab pertayaan serta memecahkan masalah dalam proses penelitian.

.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

https://id.wikipedia.org/wiki/Metode lmiah.

KBBI Offline, Nyoman Kutha.

MuhadjirNeong. 2000, Metodologi Penelitian Kualitatif,Yogyakarta: RekeSarasin. Sementara berhubungan dengan alat-alat penelitian dipandang sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan aspek motode-metode.

Sihombing Ali Buyung &Baharuddin. 2005,Metode Studi Islam, Bandung: Citapustaka Media.

WebsterMarriam. 1997, The Webster Dictionary,USA: Merriam Webster Incorporated.

 

 


 

KATA PENGANTAR

 

Segala puji bagi Allah Swt yang telah melimpahkan rahmad dan hidayahnya sehingga makalah dengan judul “Metodologi Ilmiah” ini dapat disusun dengan sebaik-baiknya. Adapun tujuan dari disusunnya makalah ini, antara lain adalah untuk memenuhi tugas dari dosen yang bersangkutan dan mengembangkan wawasan melalui makalah ini sehingga dapat dibaca dan dikembangkan oleh mahasiswa lainnya.

Sangat disadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat diharapkan dari pembaca. Semoga makalah ini memberikan manfaat bagi kita semua.

 

Padangsidimpuan, 22 oktober 2018

 

 

Penyusun

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR                                                                                 i

DAFTAR ISI                                                                                                 ii

 

BAB I PENDAHULUAN

a.       Latar Belakang                                                                                    1

b.      Rumusan Masalah                                                                               1

c.       Tujuan Masalah                                                                                   1

 

BAB II PEMBAHASAN

a.       Pengertian Metodologi Ilmiah....................…………………………2

b.      Unsur-unsur Metodologi Ilmiah............................……………….....3

 

BAB III PENUTUP

a.       Kesimpulan                                                                                         6

b.      Saran                                                                                                   6

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………..7

 


 

METODOLOGI ILMIAH

Description: C:\Users\acer\Documents\logo\IMG-20170825-WA0003.jpg

 

Dipersentasikan Sebagai Pelengkap Tugas Mata Kuliah Metodologi studi keislaman

 

Oleh : Kelompok 1 / BKI-2

 

Mariani                                              1730200044

Siti Nurhasanah                                1730200051

Suaida Hasibuan                                   1730200061

 

Dosen Pembimbing:

 

Dr. Ichwansyah Tampubolon. M.Ag

 

JURUSAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

IAIN PADANGSIDIMPUAN

T . A 2018/2019


 

KATA PENGANTAR

 

Segala puji bagi Allah Swt yang telah melimpahkan rahmad dan hidayahnya sehingga makalah dengan judul “Metodologi Ilmiah” ini dapat disusun dengan sebaik-baiknya. Adapun tujuan dari disusunnya makalah ini, antara lain adalah untuk memenuhi tugas dari dosen yang bersangkutan dan mengembangkan wawasan melalui makalah ini sehingga dapat dibaca dan dikembangkan oleh mahasiswa lainnya.

Sangat disadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat diharapkan dari pembaca. Semoga makalah ini memberikan manfaat bagi kita semua.

 

Padangsidimpuan, 22 oktober 2018

 

 

Penyusun

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR                                                                                 i

DAFTAR ISI                                                                                                 ii

 

BAB I PENDAHULUAN

d.      Latar Belakang                                                                                    1

e.       Rumusan Masalah                                                                               1

f.       Tujuan Masalah                                                                                   1

 

BAB II PEMBAHASAN

c.       Pengertian Metodologi Ilmiah....................…………………………2

d.      Unsur-unsur Metodologi Ilmiah............................……………….....3

 

BAB III PENUTUP

c.       Kesimpulan                                                                                         6

d.      Saran                                                                                                   6

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………..7

 


 

 



[2]KBBI Offline, Nyoman Kutha

[3] Marriam Webster, The Webster Dictionary, (USA: Merriam Webster Incorporated, 1997), hlm.464

[4] Neong Muhadjir, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Yogyakarta: RekeSarasin, 2000), hlm.3,6

[5] Sementara berhubungan dengan alat-alat penelitian dipandang sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan aspek motode-metode

[6]Baharuddin & Buyung Ali Sihombing, Metode Studi Islam, (Bandung: Citapustaka Media, 2005),  hlm.vii

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ilmu tauhid

  BAB I PENDAHULUAN   Interpretasi dari makna tauhid itu sendiri adalah bagaimana hubungan manusia dengan Allah dan hubungan manusia d...